Uji Asumsi Klasik



 Uji  Asumsi  Klasik
UJI  Multikolinieritas
Menurut Santoso (2000), Multikolinieritas berarti adanya korelasi linier antara satu atau lebih variabel bebas.  Jika Variabel bebas berkorelsi, maka variabel ini tidak otogonal. Varibel otogonal merupakan variabel bebas yang memiliki nilai korelasi  antar sesama variabel bebas sama dengan 0. Untuk mendeteksi ada tidaknya multikolinieritas didalam model regresi dapat dilihat dari nilai tolerance dan lawanya variabel inflation factor (VIF). Jika nilai tolerance lebih tinggi 0.10 atau nilai VIF lebih kecil dari 10 berarti tidak terdapat Multikolinieritas.
 Uji  Autokorelasi
Menurut Ghozali (2009) untuk menguji apakah hasil estimasi model regresi mengandung korelasi atau tidak, maka dilakukanlah Uji Durbin Watson. Proses  Autokorelasi  terjadi  ketika  kovarian  antara εi  tidak  sama  dengan  nol. Uji  Autokorelasi  digunakan  untuk  mengetahui  ada  atau  tidaknya  penyimpangan  asumsi  klasik  Autokorelasi  yang  terjadi  antara  residual  pada satu  pengamatan  dengan  pengamatan  lain  pada  model  regresi.  Pada pengujian  asumsi diharapkan  asumsi  Autokorelasi  tidak  terpenuhi. Secara umum nilai Durbin Watson bisa diambil patokan menurut Santoso (2002:219) adalah:
a.       Angka D-W dibawa -2 berarti ada autokorelasi.
b.      Angka D-W diantara -2 sampai +2 berarti tidak ada autokorelasi.
Angka D-W diatas +2 berarti autokorelasi negatif.

Comments