Perkiraan Adaptif (Adaptive Expectation)



Perkiraan Adaptif (Adaptive Expectation)
Menurut Imamudin Yuliadi (2008 : 79) Fluktuasi harga mempengaruhi perilaku dan sikap masyarakat dalam beraktivitas ekonomi. Demikian juga sikap masyarakat dalam memprediksi perkembangan-perkembangan harga yang diharapkan (expectation) dimasa yang akan datang. Perkembngan ekspektasi masyarakat dimulai sekitar tahun 1970-an yaitu penyusunan ekspektasi yang bersifat adaptif (adaptive expectation). Menurut teori ini bahwa harga yang diperkirakan terjadi (expected price) didasarkan atas pekembangan harga yang terjadi sebelumnya. Melalui proses inflasi adaptif, maka dapat dirumuskan fungsi dari kurva Phillips sebagai berikut :
1 =  t-1 – (t – t) +ts
Dimana t-1 menunjukkan  besarnya tingkat ekspektasi inflasi pada waktu -t  (te) dan  menunjukkan koefisien penyusuaian (adjustmen coefficient). Pada kondisi ekspektasi adapatif pergeseran kurva Phillips tergantantung besarnya inflasi periode sebelumnya apakah lebih besar atau lebih kecil dibandingkan periode sekarang. Pada kondisi ekspektasi adaptif inflasi cenderung semakin meningkat manakala tingkat pengangguran yang ada lebih rendah dibandingkan tinkat pengangguran alami (natural unemployment). Sebaliknya inflasi cenderung semakin rendah manakala tingkat pengangguran yang ada lebih tinggi dari pada tingkat pengangguran alami. Sehingga pada kasus ini kurva Phillips sering juga disebut kurfa Phillips akselerasi (accelerationist Phillips curve). Sebagai contoh misalnya pemerintah menargetkan penurunan pengangguran sebesar 2% dibawah tingkat pengangguran alami dengan nilai parameter   = , maka bentuk kurva Phillips dapat dilihat pada gambar 2.4.

 Inflation








 




l’
                                                                                    
l                                                                  kp’ ‘
               kp’
                                                                  kp
                                                                                                       unployment
0                          NU       NU *             
Gambar 2.

Comments